My Pefect Stranger Eps 12 Part 1

 All Content From : KBS2
Ditulis Ulang Oleh : GioK
Sinopsis Lengkap : My Perfect Stranger
Sebelumnya : My Perfect Stranger Episode 11
Selanjutnya : My Perfect Stranger Eps 12 Part 2


Sebelumnya, Yeon Woo mendatangi Hae Joon tiba2 di tengah malam. Dia menunjukkan kotak korek api Kedai Teh Bong Bong, yang di dalamnya ada secarik pesan bertuliskan 'Wanita Yang Membaca Itu Berbahaya'. Yeon Woo pun tanya siapa Hae Joon sebenarnya. Hae Joon terdiam menatap Yeon Woo.

Hae Joon : Siapa aku? Menurutmu siapa aku?


Para detektif mulai bergerak, setelah mendapatkan informasi dari Mi Sook, bahwa Min Soo lah si pelaku pembunuhan.


Kembali ke Yeon Woo dan Hae Joon. Yeon Woo balik nanya, apa maksud Hae Joon.

Hae Joon : Aku penasaran kau ingin aku menjadi siapa saat kau datang ke rumahku. Jika kau benar-benar ingin tahu siapa aku, kau seharusnya pergi ke polisi. "Aku menemukan kotak korek api ini di rumahnya." "Lalu ada barang yang tampak lebih mencurigakan." "Dia pria yang sangat mencurigakan." Kau akan meminta polisi mencari tahu siapa aku. Kau punya banyak kesempatan untuk melakukan itu. Namun, kau akhirnya mendatangiku karena kau tidak bisa pergi ke polisi. Apa aku salah?

Yeon Woo terdiam mendengar kata2 Hae Joon, sambil meremas kotak korek api.


Dong Sik dan rekannya tiba di kediaman Min Soo. Mereka menggeledah kamar Min Soo. Ibu Min Soo marah para detektif tiba2 datang dan memeriksa kamar putranya. Dong Sik menemukan tali merah. Serta rekannya menemukan beberapa kotak korek api di sana. Sontak lah ibu Min Soo terkejut melihat itu.


Sementara detektif yang lain, menangkap Min Soo yang masih tergeletak dalam kondisi mabuk di gang.


Hae Joon menjelaskan ke Yeon Woo, alasan Yeon Woo mendatanginya alih2 polisi.

Hae Joon : Karena kau pikir aku bukan dia. Karena kau tidak ingin aku menjadi dia. Itu menurutmu. Hanya dengan begitu kau bisa dapat jawaban atas pertanyaanmu. Itu sebabnya kau mendatangiku. Bukan polisi. Jika kau ingin aku menjawabnya, jawabanku adalah tidak. Aku tidak bisa menjelaskan semuanya sekarang. Namun, aku tidak melakukan apa pun yang kau curigai.

Yeon Woo : Aku tidak memercayaimu.

Hae Joon : Begitukah? Tidak ada yang bisa kulakukan. Namun, jika menutupi ini, kau akan punya kesempatan untuk terus memperbaiki mobil ini.

Yeon Woo : Kenapa itu penting sekarang?

Hae Joon : Saat memperbaikinya, kau akan bisa menemukan jawabannya sendiri dan mencari tahu siapa aku. Lalu apa arti semua ini.


Dari jendela atas, Yoon Young melihat Yeon Woo keluar dari garasi dan beranjak pergi. Tak lama, dia melihat Hae Joon keluar dari garasi dan menatap kepergian Yeon Woo. Hae Joon lantas duduk di tangga. Dia pusing. Yoon Young yang melihat itu, bergegas ke bawah dan duduk disamping Hae Joon.

Yoon Young : Ada apa? Apa terjadi sesuatu? Apa yang kalian berdua bicarakan?

Hae Joon menunjukkan kotak korek api Kedai Teh Bong Bong pada Yoon Young. Yoon Young terkejut Yeon Woo kini tahu soal kotak korek api. Hae Joon menyalahkan dirinya yang teledor. Dia bilang, harusnya dia lebih berhati2 saat membiarkan Yeon Woo masuk ke dalam rumah.


Hae Joon lalu meminta Yoon Young tidak khawatir.

Hae Joon : Dia mengembalikannya kepadaku. Jadi, dia belum mau memberi tahu siapa pun. Ini bukan demi kebaikanku. Mungkin karena mobil itu.

Yoon Young : Kau baik-baik saja? Kau mau jalan-jalan? Aku tahu kita tidak punya banyak waktu. Namun, tetap saja. Setidaknya kita punya waktu untuk mencari udara segar.


Hae Joon dan Yoon Young jalan2 ke tepi danau.

Yoon Young coba menghibur Hae Joon.

Yoon Young : Bertemu keluargamu... Bukan sembarang keluarga. Menghadapi anggota keluarga yang wajahnya bahkan tidak kau ketahui. Itu tidak mudah. Aku belum menjelajahi waktu selama dirimu. Namun, aku lebih berpengalaman menghadapi keluarga di sini. Itu lebih menakutkan daripada dugaanmu, dan itu terus mengujimu. Aku tahu semua tentang itu. Bertemu ibumu di sini adalah lain soal. Lalu kau harus terus menghadapi ayahmu. Jadi, segala macam hal terjadi. Aku yakin ada banyak hal yang kau pikirkan sekarang. Namun, untuk kotak korek apinya, aku lega ayahmu yang menemukannya, bukan orang lain, karena kurasa dia membiarkannya bukan hanya karena mobil itu. Dia mungkin tidak bisa menjelaskannya, tapi dia pasti merasakan sesuatu yang membuatnya ingin memercayaimu. Aku yakin itu.

Hae Joon : Entahlah.

Yoon Young : Kepala Sekolah juga sangat menyukaimu. Dia tertarik kepadamu. Entah kenapa, dia bisa merasakan bahwa kau akan menjadi cucunya. Semacam itu.

Hae Joon : Aku mengerti kau ingin menghiburku. Namun, kau terus meleset.

Yoon Young : Apa?


Hae Joon : Menurutmu dia bisa merasakan bahwa aku akan menjadi cucunya? Jika begitu, dia akan membenciku. Dia satu-satunya keluarga yang tinggal denganku. Namun, dia mengabaikanku seumur hidupku. Dia memperlakukanku seolah-olah aku tidak terlihat.

Yoon Young :  Bagaimana bisa?

Hae Joon : Aku tidak tahu kenapa dia sangat membenciku.

Yoon Young : Namun, kenapa dia satu-satunya anggota keluargamu? Bukankah kau tinggal dengan ayahmu?

Hae Joon : Dia pasti terkejut setelah ibuku pergi. Dia kembali ke Amerika. Dia melanjutkan studinya di sana dan menjadi profesor. Dia tinggal di sana seumur hidupnya. Dia kembali ke Korea hanya untuk menemuiku saat liburan, jadi, aku hanya menemuinya sekitar dua kali setahun. Namun, bahkan selama kunjungan itu, dia hanya tinggal sebentar karena dia harus melakukan penelitian. Dia pria yang manis, tapi kurasa dia tidak cukup penyayang untuk mau memercayaiku.


Yoon Young terdiam menatap Hae Joon.

Hae Joon menatap Yoon Young, apa aku terlalu banyak bercerita?


Sorot mata Yoon Young tiba2 berubah sedih.

Yoon Young : Kau pasti kesepian. Saat itu kau pasti berpikir tidak ada yang mencintaimu. Namun, kau tahu, aku menyayangimu. Kurasa itulah yang kurasakan terhadapmu.

Hae Joon terkejut mendengar pengakuan Yoon Young.


Yoon Young lalu mengatakan soal mimpinya. Yoon Young bilang, dalam mimpinya, mereka telah kembali ke masa mereka. Persis seperti yang dia bayangkan. Di mimpi Yoon Young, ayah ibunya hidup bahagia. Hee Seob tak lagi pincang. Soon Ae menjadi novelis terkenal. Hee Seob bahkan membuatkan kopi untuk Soon Ae yang tengah sibuk di depan layar laptop.


Yoon Young : Mereka tampak bahagia. Namun, kau tidak ada di sana. Aku tidak bisa menemukanmu, sekeras apa pun aku mencari. Kau tidak ada di dunia itu. Kau tidak ada. Kau menghilang tanpa jejak. Aku terus mencarimu dalam mimpi, lalu aku bangun. Itu mimpi buruk yang kualami. Aku hanya menganggapnya sebagai mimpi konyol, tapi itu sangat mengerikan, menakutkan, dan menyedihkan hingga aku bahkan tidak ingin mengatakannya. Maksudku, masa depan tanpamu. Yang kuinginkan adalah masa depan tempat kau ada di dalamnya. Di sana, aku akan membawamu ke restoran favoritku, berjalan di jalan yang baru diaspal, dan membicarakan hal-hal konyol, bukan hanya yang menakutkan. Kurasa itu yang ingin kulakukan denganmu.


Hae Joon membeku menatap Yoon Young.

Yoon Young : Apa ini juga cara yang salah untuk menghiburmu?

Hae Joon akhirnya menjawab, haruskah aku menganggapnya sebagai penghiburan saja?

Yoon Young : Tidak.

Hae Joon : Kukira hanya aku yang ingin masa depan seperti itu.

Tentu saja, Yoon Young kaget mendengarnya. Dia tak menyangka, Hae Joon juga punya perasaan yang sama dengannya.

Hae Joon : Jadi, aku tadinya mau mengabaikannya sampai akhir.


Hae Joon lalu memeluk Yoon Young.

Hae Joon : Waktu kita tidak banyak, tapi anggap saja waktu berhenti sejenak.


Para reporter sudah menunggu di depan kantor polisi. Tak lama, detektif datang membawa Min Soo. Seorang reporter mengajukan pertanyaan, apa beneran Min Soo pelakunya. Dia minta detektif mengatakan sesuatu. Reporter itu juga tanya, polisi menemukan tali dan kotak korek api di rumah Min Soo, kan.

Detektif : Kenapa kau sudah menarik kesimpulan? Dia hanya tersangka.

Reporter tadi, mereka bilang dia sangat mungkin menjadi pelaku sebenarnya. Benar, Detektif Jang? Serta kau menangkapnya sendiri.

Detektif Jang : Itu benar, tapi... Tunggu saja. Serta berhenti tulis artikel sampah yang menyulitkan kepala kami.

Reporter lain menjawab, tentu saja. Kini dia akan dipromosikan sesuai rencana. Dia mengubah krisis menjadi kesempatan.

Detektif Jang masuk membawa Min Soo.


Kepala Polisi sedang berbicara di telepon ketika anak buahnya datang membawa Min Soo.

Kepala Polisi : Ya. Kurasa mereka di sini. Ya, aku akan membereskannya.

Kepala Polisi menutup teleponnya dan menatap Min Soo dengan wajah sumringah.


Kepala Polisi : Min Soo-ya, jadi, kau pelaku sebenarnya?

Min Soo yang mabuk, mengakui semua itu dengan lancar.

Para detektif tertawa. Min Soo nanyain keberadaan adiknya.

Kepala Polisi menyuruh anak buahnya membiarkan Min Soo tidur dulu sampai Min Soo sadar, baru minta pengakuan Min Soo.


Dong Sik dan rekannya kembali.

Dong Sik membawa amplop cokelat besar dan mengajak Kepala Polisi bicara.


Dong Sik mengatakan pada atasannya, bahwa mereka menemukan kotak korek api tapi tidak ada catatan.

Kepala Polisi : Dia bisa saja menulisnya di tempat dan memasukkannya. Yang penting di sini adalah dia menyimpan kotak korek api kosong. Dia sudah menyiapkannya.

Dong Sik menunjukkan buku catatan Min Soo.

Dong Sik : Aku memeriksa buku catatan di kamar Ko Min Soo. Tulisan tangannya sangat berbeda.

Kepala Polisi : Kau yang memeriksanya? Lagi pula, dia tidak akan menulisnya seperti biasanya. Dia akan mencoret-coret.

Dong Sik : Kita harus menyelidikinya lagi.


Kepala Polisi : Hei, Baek Dong Sik. Ada saksi, jadi, apa lagi yang harus diselidiki? Serta siapa yang bodoh sepertimu sampai menyerahkan keluarganya? Kita punya saksi dan bukti yang kredibel. Ini sudah beres.

Dong Sik gregetan.

Kepala Polisi : Astaga, kupikir kau cukup berbakat, tapi sejak aku mengalahkanmu, kau terus mengincar orang yang salah.


Hae Joon dan Yoon Young balik ke rumah. Namun sebelum masuk, Hae Joon meyakinkan Yoon Young bahwa dia tidak akan menghilang. Hae Joon mengajak Yoon Young menangkap pelakunya dan memastikan Soon Ae serta dirinya hidup di masa depan, dan mereka berdua bisa kembali bersama.

Hae Joon : Mari bersenang-senang bersama untuk waktu yang lama.

Yoon Young tersenyum lebar mendengarnya.


Hae Joon memegang tangan Yoon Young.

Tapi tiba2, Yoon Young terkejut sambil berteriak 'harabeoji' dan menarik tangannya dari pegangan Hae Joon.

Ternyata, Hyung Man berdiri di atas tembok rumahnya dan melihat mereka.

Hyung Man : Astaga. Aku tidak yakin karena gelap. "Kakek"? Kau memanggilku begitu?

Yoon Young langsung membuat alasan, kakek menelepon tadi.

Yoon Young mengkode Hae Joon. Hae Joon pun ikut membuat alasan yang sama.

Hae Joon : Benar juga. Kita harus masuk dan meneleponnya balik. Kalau begitu, kami akan masuk.

Hyung Man : Tunggu.

Hae Joon dan Yoon Young mulai tegang, mengira mereka ketahuan.


Hyung Man : Begini... Pak Yoon. Mengenai Soon Ae kami... Kudengar dia menjadi novelis. Itu sesuatu yang luar biasa, bukan?

Hae Joon : Tentu saja. Itu pencapaian besar.

Hyung Man : Benar. Ini berita bagus, tapi aku tidak bisa memberi tahu siapa pun. Aku takut orang-orang akan mencari kesalahanku, mengatakan aku tidak boleh senang setelah kehilangan putri sulungku.

Hae Joon : Namun, itu pantas diselamati, jadi, kau harus merayakannya. Selamat. Kau pasti sangat bangga.


Hyung Man : Terima kasih. Putri keduaku ingin belajar lebih banyak. Mungkin aku harus membantunya.

Yoon Young berseru, ya! Kumohon.

Hae Joon pamit pada Hyung Man, sebelum keduanya masuk ke dalam.


Di ruangannya, Hae Joon resah menatap kotak korek api itu. Dia sendiri berdiri di artikel penangkapan Min Soo sebagai pelaku pembunuhan di Desa Woojung-ri. Tak lama, Yoon Young masuk dan melihat artikel itu.

Yoon Young : Ko Min Soo...

Hae Joon melirik jamnya, dia pasti sudah ditangkap sekarang. Jika dia sudah tertangkap, akan sulit untuk mengeluarkannya sekarang.

Yoon Young : Polisi tidak akan melepaskannya dengan mudah. Saksi yang melaporkannya adalah keluarganya. Siapa yang akan meragukannya? Mereka akan membebaskannya hanya saat mereka menemukan pelaku asli atau bukti kuat.

Hae Joon : Min Soo terluka parah hanya beberapa jam sebelum pembunuhan. Dia sudah pergi dengan sempurna  Sejak saat itu dan sembuh total. Aku tidak merasa Mi Sook merencanakan semuanya.


Mi Sook yang baru pulang, menemukan ibunya terduduk lemas di kamar sang kakak.


Kembali ke Hae Joon dan Yoon Young.

Yoon Young : Jika semua itu rencananya, itu artinya dia yang menyembunyikan kondisi Min Soo dari orang lain tepat setelah pembunuhan.

Hae Joon : Itu pasti malam yang sibuk bagi Mi Sook.

Yoon Young : Akan menyenangkan jika saksi asli muncul, bukan yang palsu. Kim Hae Kyung.

Hae Joon : Dia tampak cukup takut. Jika novel Mi Sook benar, dia menyaksikan sesuatu secara langsung. Namun, kita tidak tahu bagaimana dia akan bersikap berbeda sekarang. Dia mungkin ragu sejauh ini, tapi dia melihat Min Soo benar-benar ditangkap sekarang.


Di kelas, Yuri dan yang lain bergosip soal Min Soo.

Yuri : Kalian semua melihatnya di tepi sungai, bukan? Tali merah yang diikat di pergelangan tangan. Itu ditemukan di kamar kakak Mi Sook. Koran bilang seseorang juga melihatnya secara langsung. Pembunuhan itu.

Eun Ha lalu mengatakan, dia kasihan kepada Mi Sook.

Eun Ha : Dia bilang itu mengerikan dan juga menakutkan. Ternyata itu semua ulah kakaknya.

Yuri : Hei, sejujurnya, Soon Ae yang harus dikasihani, bukan Mi Sook. Dia bahkan mencuri novel Soon Ae. Serta kakaknya membunuh kakak Soon Ae.

Eun Ha : Tetap saja, aku kasihan kepada Mi Sook.

Yuri : Kenapa kau mengasihaninya?


Hae Kyung yang gak nyaman mendengar itu, beranjak keluar.

Yoon Young melihat itu.


Hae Kyung menenangkan diri di atap. Tapi Hae Joon datang. Dia kesal, astaga!

Hae Joon : Bapak tidak mengatakan apa pun. Bapak hanya mau mencari udara segar.

Hae Kyung : Bapak datang ke restoran ibuku dan duduk di sana tanpa alasan. Sudah kubilang aku tidak tahu apa-apa. Kenapa Bapak terus menggangguku?

Hae Joon : Baiklah. Bapak tidak akan menanyakan apa pun. Bapak tidak mencoba mengganggumu. Begini... Jika kau takut polisi, datanglah ke bapak. Kau bisa memberi tahu bapak apa pun.

Hae Kyung yang kesal, beranjak pergi.

Bersambung ke part 2...

My Pefect Stranger Eps 12 Part 1 My Pefect Stranger Eps 12 Part 1 Reviewed by GioK on June 11, 2023 Rating: 5

No comments