My Perfect Stranger Eps 12 Part 2

 All Content From : KBS2
Ditulis Ulang Oleh : GioK
Sinopsis Lengkap : My Perfect Stranger
Sebelumnya : My Perfect Stranger Eps 12 Part 1
Selanjutnya : My Perfect Stranger Eps 13 Part 1


Di kelas, Bum Ryong mau ngajak Hee Seob bicara. Namun baru membuka mulut, Hee Seob yang menatap keluar jendela, melarang Bum Ryong bicara dengannya. Dia bilang, mereka bukan teman.

Bum Ryong : Kau berpacaran dengan Soon Ae, bukan?

Hee Seob pun menatap kesal Bum Ryong.

Bum Ryong : Tidak. Aku tidak mengeluh.

Bum Ryong lalu menaruh jepitan rambut di atas meja.

Bum Ryong : Maukah kau memberikan ini kepadanya untukku? Ini milik Soon Ae. Aku mendapatkannya dari Pak Yoon untuk diberikan sendiri. Namun... Kurasa dia akan benci melihatku.

Bum Ryong menahan tangisnya, aku merasa seperti orang jahat.

Hee Seob : Kau bisa berubah setidaknya mulai sekarang. Jika kau tidak mau menjadi lebih buruk, anggap ini kesempatan terakhir.

Bum Ryong : Kesempatan?

Bum Ryong tersenyum tipis, sambil menatap bukunya.


Yoon Young menatap Soon Ae yang tertidur saat pelajaran sedang berlangsung.

Lalu dia menatap ke arah bangku Mi Soo. Mi Sook tidak masuk sekolah.

Setelah itu, dia menatap Hae Kyung. Hae Kyung sendiri tengah menatap Soon Ae. Saat sadar Yoon Young lagi menatapnya, dia tegang dan langsung mengalihkan pandangannya.


Hee Seob ingin mengantar Soon Ae pulang. Tapi Soon Ae bilang Hee Seob tak perlu mengantarnya. Dia merasa bersalah karena membuat Hee Seob membolos demi mengantarnya.

Hee Seob : Saat aku dipulangkan, dokter menyuruhku banyak berjalan-jalan. Lagi pula, aku akan bosan jika melakukannya sendirian. Kau mau pulang, bukan?

Soon Ae : Ya.

Hee Seob mengulurkan tangannya. Soon Ae diam saja menatap Hee Seob. Hee Seob menghela nafas dan memegang tangan Soon Ae. Lalu dia mengajak Soon Ae jalan-jalan dahulu sebelum pulang.


Yoon Young berjalan sendirian di koridor sekolah dan bertemu Hae Kyung, Eun Ha dan Yuri. Hae Kyung langsung tegang melihat Yoon Young. Yuri tanya, apa Soon Ae pulang lebih awal. Yoon Young mengiyakan.

Eun Ha : Apa dia begitu menderita?

Yoon Young menjawab pertanyaan Eun Ha sambil menatap Hae Kyung.

Yoon Young : Kakaknya meninggal. Setidaknya keluarganya pasti mau menangkap pelakunya dan membalas perbuatan mereka, bukan?

Yuri : Serta itu sudah menjadi kenyataan. Jadi, ada apa?

Eun Ha : Hei, dia pasti masih merasa gelisah. Kau tidak tahu apa-apa.

Ketiga gadis itu pun pergi.

Yoon Young kesal menatap kepergian Hae Kyung.


Ok Ja melampiaskan emosinya dengan mencuci tumpukan pakaian. Lalu dia menahan tangisnya ketika melihat celana polkadot milik Kyung Ae. Tak lama, dia mendengar suara Hee Seob. Dia pun mengintip dan melihat Soon Ae pulang diantar Hee Seob.


Hee Seob berjalan bergandengan tangan dengan Soon Ae.

Hee Seob : Mau jalan-jalan lagi sebelum pergi? Lagi pula, aku bolos sekolah, jadi, bagaimana jika kumanfaatkan? Bagaimana dengan arena sepatu roda?

Soon Ae : Tidak, terima kasih.

Hee Seob : Bagaimana dengan arkade? Kau tahu Whack-A-Mole? Tikusnya tampak amat menggemaskan hingga membuatmu agak sedih. Namun, kau akan merasa lebih baik setelah memukul tikus tanah itu.

Soon Ae : Tidak apa-apa.

Hee Seob : Kalau begitu, haruskah aku memelukmu?


Mendengar itu, Ok Ja mau mendamprat Hee Seob, tapi dia menghentikan niatnya saat mendengar jawaban Soon Ae.


Soon Ae : Aku hanya ingin pulang hari ini. Ibuku sendirian. Aku akan masuk sekarang.

Soon Ae memegang tangan Hee Seob dan cerita, kalau ibunya mencuci piring tanpa mengatakan apapun saat mendengar penangkapan Min Soo.

Soon Ae : Dia mengeluarkan semua piring yang kami punya dan terus mencucinya sampai aku keluar dari ruangan. Aku cukup yakin dia membawa setumpuk pakaian kotor untuk dicuci sekarang. Dia mungkin membersihkan kamarku dan kamar adikku. Ibuku bersih-bersih saat dia tertekan. Saat memikirkannya, aku khawatir dan takut.

Soon Ae menatap Hee Seob dengan mata berkaca, lalu meminta Hee Seob memeluknya.

Hee Seob pun memeluk erat Soon Ae.


Soon Ae masuk dan tidak menemukan cucian baju di halaman rumah.

Lalu dia masuk ke rumahnya dan mencari sang ibu. Sang ibu keluar dari kamar sambil menguap lebar.

Ok Ja : Tidur siang ibu lama sekali. Ibu lapar. Kau tahu? Kau mau ibu memasak tteokbokki? Itu kesukaanmu. Benar juga. Penerbit mengirimkan sesuatu. Mereka bilang itu salinan awal atau semacamnya. Mereka bilang itu bukumu, jadi, ibu penasaran dan membaca sepintas. Mengerti?

Ok Ja ke dapur dan buru2 memasak. Dia melakukan itu untuk menyenangkan Soon Ae, agar Soon Ae tidak cemas lagi padanya.


Soon Ae melihat bukunya.

Di sana tertulis, Small Door, oleh Lee Soon Ae.

Soon Ae tersenyum menatap bukunya.

Ok Ja lalu bilang bahwa Kyung Ae akan senang.

Soon Ae tersenyum haru.


Yeon Woo di mobil Hae Joon, memikirkan Hae Joon. Lalu dia teringat obrolannya dengan ayahnya soal Hae Joon. Saat itu, dia tanya, Hae Joon orang seperti apa? Hae Joon bukan dari desa mereka, kan? Kepala Sekolah Yoon bilang, Hae Joon orang yang aneh. Yeon Woo tanya dalam hal apa.

Kepala Sekolah Yoon : Dia terus menyelamatkan orang.

Yeon Woo : Apa?

Kepala Sekolah Yoon : Dengar. Akan ayah beri tahu tentang hari pertama ayah bertemu dengannya. Beberapa murid dari sekolah ayah mengendus lem super. Itu insiden yang cukup besar. Salah satu dari mereka hampir melompat dari tebing. Astaga. Dia bisa saja mati hari itu. Namun, Pak Yoon segera melompat ke arahnya dan menyelamatkannya. Itu sangat keren. Lalu suatu hari, ada kebakaran di desa. Astaga. Ayah kira akan terkena serangan jantung.

Kepala Sekolah Yoon lalu tanya, Yeon Woo tahu Dong Sik, kan?

Kepala Sekolah Yoon : Anak-anaknya ada di rumah yang kebakaran. Pak Yoon masuk ke sana dan menyelamatkan putranya. Astaga. Orang bilang dia sangat keren. Bukan itu saja. Dia muncul di seluruh desa kita, menyelamatkan orang, dan pergi. Pikirkanlah. Tidak setiap hari kau bisa selamatkan orang sebanyak itu dalam hidupmu. Kau jarang menemukan dirimu dalam situasi di saat kau harus menyelamatkan orang. Kau setuju, bukan?

Yeon Woo : Jadi, maksud ayah, dia aneh atau keren?

Kepala Sekolah Yoon : Anehnya dia keren.

Flashback end...


Yeon Woo makin pusing. Dia penasaran banget siapa Hae Joon.

Yeon Woo lalu menatap kaca spion mobil merah dan menyentil gantungan dibawah kaca spion.


Hari sudah malam. Hae Joon dan Yoon Young beranjak meninggalkan sekolah sambil membahas Hae Kyung. Hae Joon bilang mereka gak bisa memaksa Hae Kyung untuk mengatakan hal sebenarnya. Tapi Hae Kyung mendadak muncul.


Hae Kyung dan Hae Joon di Kedai Teh Bong Bong. Chung A menaruh minuman di meja mereka sambil menatap Hae Joon. Hae Joon masih bersikap dingin pada Chung A. Chung A menatap Hae Kyung, sebelum akhirnya dia pergi.


Hae Kyung mulai bicara.

Hae Kyung : Aku sungguh tidak berniat memberi tahu siapa pun.

Hae Joon : Bapak tahu.

Hae Kyung : Karena dia memintaku merahasiakannya dan aku ingin melindunginya. Namun, aku tidak tahu harus bagaimana sekarang.

Lalu Hae Kyung bilang, itu dia. Malam itu dia yang membawa Mi Soo pada Min Soo.

Flashback...


Min Soo berteriak2 memanggil seseorang setelah jatuh ke bawah karena tak sengaja didorong Kyung Ae. Min Soo tak bisa bergerak. Lalu Hae Kyung lewat. Dia terkejut melihat Min Soo di bawah.

Min Soo : Kau teman Mi Sook, kan? Bisakah kau meneleponnya? Katakan kepadanya aku terluka! Aku bahkan tidak bisa berjalan. Minta dia datang menjemputku.


Hae Kyung pun menghubungi Mi Sook.

Mi Sook kesal, si berengsek gila itu. Seharusnya kubunuh saja dia.

Mi Sook melarang Hae Kyung datang.

Hae Kyung : Aku meneleponmu untuk berjaga-jaga. Kau bisa bilang aku tidak pernah meneleponmu.

Mi Sook : Aku akan ke sana. Tunggu. Jika ibuku tahu, dia akan membenciku.


Mi Sook datang. Dia jalan bersama Hae Kyung menuju tempat Min Soo sambil mengomel.

Mi Sook : Aku muak dan lelah mengurus bedebah itu.

Hae Kyung : Kau mau aku memukulinya untukmu?

Mi Sook : Apa?

Hae Kyung : Dia berbaring di sana. Dia bahkan tidak bisa berjalan. Kau mau aku menghajarnya habis-habisan?

Mi Sook terdiam menatap Hae Kyung.


Tiba2, Mi Sook melihat sesuatu di belakang Hae Kyung yang membuatnya terkejut. Hae Kyung yang melihat ekspresi Mi Sook, jadi tegang dan mau melihat ke belakang. Namun Mi Sook bergegas menarik Hae Kyung untuk sembunyi. Hae Kyung melihat apa yang terjadi. Dia mau menjerit, tapi mulutnya langsung dibekap Mi Sook.

Mereka melihat si pelaku! Tengah membunuh Ju Young, karena itu tempat Ju Young dibunuh.

Mi Sook : Diamlah. Bahkan jangan bernapas.


Mi Sook dan Hae Kyung pergi.

Hae Kyung : Tidak. Kita harus menelepon polisi. Kita harus menelepon polisi, Mi Sook-ah.

Mi Sook : Kubilang tidak. Ini kesempatan besar.

Hae Kyung : Gunakan akal sehatmu! Ini tidak benar. Seorang wanita tewas.

Mi Sook : Dia sudah mati. Jika kita menelepon polisi sekarang, menurutmu dia bisa bangkit?

Hae Kyung : Namun, tetap saja. Mereka harus menangkap pelakunya.

Mi Sook : Menangkap siapa? Kau melihat wajah pelakunya? Tidak.

Hae Kyung : Lalu apa kau melihatnya? Kau melihat siapa dia? Mi Sook-ah.


Mi Sook lalu membuka sedikit kancing kemeja bagian atasnya. Terlihat luka2 di tubuh bagian atas Mi Sook. Hae Kyung kaget melihatnya.

Mi Sook : Dengar. Kakakku... Bedebah itu, Ko Min Soo, melakukan ini kepadaku. Agar tidak ada yang bisa melihat atau menyadarinya, dia hanya memukul bagian yang tidak terlihat. Hae Kyung, aku sangat takut seseorang akan melihatnya. Orang mungkin akan tahu betapa menyedihkannya keluargaku. Serta betapa sepelenya aku bagi mereka. Aku sangat takut orang-orang akan tahu. Tolong bantu aku, Hae Kyung-ah. Aku bisa mengakhiri Ko Min Soo dengan ini. Aku yakin bisa mengakhirinya.

Hae Kyung tetap berkata, itu tidak benar.

Hae Kyung : Pelaku sebenarnya bisa tertangkap. Apa yang akan kau lakukan jika dia tertangkap?

Mi Sook : Bedebah itu tidak akan tertangkap. Pelakunya tidak akan tertangkap, Hae Kyung.

Flashback end...


Hae Joon beranjak turun dari tangga, meninggalkan Kedai Teh Bong Bong.

Dia terus berjalan, hingga sampai di rumah. Yoon Young yang sudah menunggu, tanya, Hae Kyung bicara apa. Hae Joon pun duduk dan memberitahu Yoon Young bahwa Mi Sook bukan pelaku pembunuhan, tapi saksi. Saksi sungguhan.

Hae Joon : Dia menulis apa yang dilihatnya dalam novel. Pelakunya seorang pria, dan satu-satunya orang yang melihat wajahnya adalah Ko Mi Sook.


Tiba2, telepon berbunyi. Sontak mereka tegang menatap ke arah telepon.

Hae Joon menjawab. Ternyata Bum Ryong. Bum Ryong bilang dia takut sekali. Hae Joon menyuruh Bum Ryong bicara yang jelas. Bum Ryong bilang, ini tentang Soon Ae. Hae Joon pun menatap Yoon Young. Lalu dia mengalihkan pandangannya dan menyuruh Bum Ryong bicara.

Bum Ryong nangis, kurasa sesuatu terjadi kepada Soon Ae.

Hae Joon : Apa yang kau lihat? Kapan dan di mana kau melihatnya sampai mengatakan omong kosong itu?

Bum Ryong : Tadi aku pulang sekolah lebih awal untuk mendaki bukit di belakang desa. Untuk mengembalikan cincin kepada Bu Lee Ju Young.


Bum Ryong mendaki. Dan dia melihat Soon Ae di dekat tebing, tengah menyerakkan sebotol air. Soon Ae terkejut melihat Bum Ryong. Dia takut. Bum Ryong menenangkan Soon Ae. Dia bilang, dia mendengar orang2 menyebarkan abu Ju Young di atas sana jadi dia sedang menuju ke sana. Bum Ryong pergi.


Namun ketika kembali, Soon Ae tidak ada. Dia menemukan jepitan rambut yang dia titipkan ke Hee Seob untuk Soon Ae, di tanah.

Bum Ryong pun langsung mencari Soon Ae.


Bum Ryong : Sekeras apa pun aku mencari, aku tidak bisa menemukannya. Aku menelepon orang tua Soon Ae dan katanya dia tidak di rumah. Aku bahkan menelepon polisi, tapi mereka bilang tidak apa-apa karena pelakunya sudah tertangkap. Mereka bilang dia pasti hanya pergi keluar. Namun, Pak Yoon, kurasa...

Hae Joon : Hentikan semua omong kosong itu dan tetap di tempatmu. Bapak akan menjemputmu.


Hae Joon menutup telepon dan mendekati Yoon Young.

Hae Joon ngasih tahu Yoon Young kalau Soon Ae menghilang. Sontak lah Yoon Young langsung membeku. Hae Joon bilang, tempat terakhir Soon Ae terlihat adalah di gunung tempat abu Kyung Ae disebar. Yoon Young takut banget.

Hae Joon : Kita harus memberi tahu polisi. Akan lebih cepat menemui Baek Hee Seob dan menemui Detektif Baek Dong Sik bersamanya. Menurutmu kau bisa melakukannya?

Yoon Young mengangguk.


Hae Joon memeluk Yoon Young.

Hae Joon : Aku yakin tidak terjadi apa-apa.

Tangis Yoon Young keluar. Hae Joon melepas pelukannya dan menghapus tangis Yoon Young.

Setelah itu, dia bergegas pergi.


Soon Ae di rumah kosong, bersama si pelaku. Tangannya diikat ke belakang dengan tali merah dan kepalanya ditutup plastik. Isak tangis Soon Ae terdengar. Si pelaku menyinari Soon Ae. Lalu dia mengeratkan ikatan di tangan Soon Ae.


Yoon Young menggedor2 pintu rumah Hee Seob. Tak lama, Hee Seob keluar. Yu Seob tidak di sana. Wait, apakah Yu Seob pelakunya?

Hee Seob mengernyit heran menatap Yoon Young.

Yoon Young : Soon Ae, Soon Ae...

Tangis Yoon Young pecah.


Hee Seob dan Yoon Young langsung lari ke kantor polisi dan bertemu Dong Sik.

Hee Seob : Tolong kami, Paman.

Yoon Young : Kurasa sesuatu terjadi kepada Soon Ae.


Si pelaku menghentakkan kepala Soon Ae ke lantai ketika mendengar teriakan Bum Ryong memanggil Soon Ae.

Tak lama, Bum Ryong tiba di rumah kosong. Dia membuka pintu dan langsung dipukul si pelaku. Bum Ryong tak menyerah. Dia berusaha sebisanya menolong Soon Ae.  Setelah memukul si pelaku, Bum Ryong membantu Soon Ae duduk dan melepaskan plastik yang menutup kepala Soon Ae.

Bum Ryong : Kau baik-baik saja? Sebaiknya kau pergi dari sini.


Bum Ryong membantu Soon Ae berdiri dan berusaha membawa Soon Ae keluar.

Namun, si pelaku memukul kepala Bum Ryong, hingga Soon Ae terjatuh di tangga teras.

Bum Ryong berusaha menahan si pelaku agar tak mengejar Soon Ae.

Bum Ryong teriak, menyuruh Soon Ae lari.


Soon Ae berusaha berdiri. Dia menguatkan diri ketika menyadari Bum Ryong sudah terluka.

Ya, si pelaku memukul kepala Bum Ryong dengan batu berkali2.


Soon Ae dengan tangis yang mengalir deras, melarikan diri. Dia terus berlari dan berlari meski beberapa kali terjatuh. Si pelaku mengejar Soon Ae dari belakang.

Setelah membunuh Bum Ryong, si pelaku langsung mengejar Soon Ae.

Kamera menyorot sepatu kets si pelaku.


Saat si pelaku hampir menangkap Soon Ae, Hae Joon muncul. Sontak si pelaku langsung bersembunyi.

Soon Ae lega melihat Hae Joon.

Hae Joon : Soon Ae, ini bapak.

Soon Ae : Pak Yoon. Penjahat itu mengejarku.


Hae Joon melihat si pelaku melarikan diri.

Hae Joon : Soon Ae, kau bisa menunggu di sini?

Soon Ae : Ya.

Lalu Hae Joon melihat mobil polisi datang.

Hae Joon pun meninggalkan Soon Ae dan lari mengejar si pelaku.


Hee Seob dan Yoon Young menemukan Soon Ae.

Hee Seob melepaskan tali yang mengikat tangan Soon Ae.


Rekan Dong Sik kaget karena dia pikir si pelaku udah ketangkap.

Yoon Young menatap Soon Ae. Dia bilang semua udah baik-baik saja.

Soon Ae pingsan di pelukan Yoon Young.


Dong Sik menyuruh rekannya membawa Soon Ae ke RS.

Hee Seob ikut membawa Soon Ae ke RS, namun tidak dengan Yoon Young.

Dong Sik memburu si pelaku.


Hae Joon tiba di rumah kosong dan menemukan Bum Ryong terkapar berlumur darah.

Hae Joon berusaha membangunkan Bum Ryong. Namun, posisi Bum Ryong membuat Ha Joon membeku. Posisi Bum Ryong, serta darah yang mengalir dari kepala Bum Ryong dan posisi sepatu Bum Ryong, sama persis dengan posisinya, yang dia lihat di masa depan, ketika dia terbunuh.


Tak lama, Dong Sik datang dan melihat Hae Joon. Sontak lah Dong Sik langsung mengarahkan pistolnya ke Hae Joon, apalagi setelah melihat tangan Hae Joon berlumur darah. Hae Joon yang masih terkejut, tidak mengatakan apapun. Dong Sik menggeledah saku Hae Joon dan menemukan kotak korek api dan secarik pesan itu di dalamnya.

Dong Sik salah paham. Dia pikir, Hae Joon pelakunya. Maka dia langsung membawa Hae Joon.


Yoon Young datang dan terkejut melihat Hae Joon ditangkap.

Hae Joon berlalu begitu saja melewati Yoon Young tanpa mengatakan apapun karena dia masih kaget Bum Ryong menggantikan posisinya.

Bersambung.....

Biar gak penasaran, next episode, Hae Joon dibebaskan dan duduk bertiga bersama Dong Sik dan Kepala Sekolah Yoon. Hae Joon memberitahu mereka kalau dia datang dari masa depan dan dia adalah cucu Kepala Sekolah Yoon.

My Perfect Stranger Eps 12 Part 2 My Perfect Stranger Eps 12 Part 2 Reviewed by GioK on June 12, 2023 Rating: 5

No comments